Sekarang musimnya kampanye. Banyak sekali orang berperilaku aneh. Merasa dirinya luar biasa dan tidak sadar bahwa dirinya memang "luar biasa". Banyak orang merasa hanya dirinyalah yang sanggup menjadi pemimpin di negeri ini, paling tidak itulah yang ada di angan mereka. Semua ingin jadi pemimpin, mereka lupa bahwa pemimpin itu ada karena ada yang dipimpin. Semua merasa dirinya sama besar dengan "Pahlawan Besar" itu sehingga mereka melupakan siapa dirinya....;
Ada baiknya sejenak kita renungkan puisi karya Pak Taufik Ismail (maaf Pak Taufik, saya tulis puisinya tanpa izin Bapak). Mudah-mudahan kita yang selain mereka tetap menjadi diri kita apa adanya.
Kerendahan Hati
(Taufik Ismail)
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
jadilah saja jalan kecil
Tetapi jalan setapak yang
membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya...
Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu....
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
No comments:
Post a Comment